Fenomena Kesurupan
Mengapa gejala kesurupan demikian meluas dan mengapa penderitanya kebanyakan perempuan, terutama perempuan muda? Faktor apa yang menjadi pencetus terjadinya kesurupan dan reaksi histeris massal itu? Apakah ini merupakan gangguan kejiwaan, gangguan sistem saraf pusat ataukah memang ada makhluk halus yang masuk? Kesurupan memang suatu fenomena yang cukup menarik untuk dibahas.
Psikolog UI Sartono Mukadis berpendapat bahwa munculnya fenomena kesurupan jika dilihat dari sudut psikologis disebabkan faktor labilitas kepribadian.”Yang terkena pada umumnya orang-orang yang labil dan yang mencari pegangan. Anak yang badung sekalian biasanya tidak ada yang kena,” kata Sartono Kenapa yang menjadi korban sebagian besar perempuan? Menurut Sartono Mukadis hal ini disebabkan dari psikologi ada keinginan menarik perhatian.
Perlu diketahui mungkin saja seorang pasien dengan penyakit epilepsi atau penyakit ayan saat kambuh mengalami halusinasi melihat hantu, mendengar bisikan dan kemudian suaranya jadi berubah dan mirip dengan gejala kesurupan itu. Biasanya gejala tersebut terdapat pada pasien dengan epilepsy lobus temporalis, walaupun penyakit ini jarang. Serangan epilepsi pada anak sekolah akan seperti kesurupan. Gejala ini memancing teman sekelasnya yang lain terutama perempuan yang mengalami banyak masalah dan kesulitan untuk ikut tertular gejala itu.
Dalam istilah kedokteran kesurupan disebut possession trans atau suatu kondisi trans pemilikan yaitu terdapatnya perubahan tunggal atau episodic keadaan kesadaran sesorang di mana dapat diketahui adanya pergantian identitas pribadi dengan idenditas baru. Contohnya orang tersebut merasa menjadi orang lain yang hidup ratusan tahun yang lalu atau menyebut dirinya mbah dll. Akibatnya, orang tersebut mempunyai perilaku yang asing dan aneh.
Kita tentu sudah melihat di televisi-televisi bagaimana anak sekolah atau buruh perempuan yang kesurupan itu dengan gejala tatapan mata tajam, menakutkan, kosong dan lurus ke depan. Kemudian suaranya berubah, yang tadinya halus menjadi besar dan berat seperti suara laki-laki, padahal yang kesurupan adalah perempuan. Jika kita periksa, tekanan darahnya agak turun kecuali jika dia meronta-ronta. Suhu badannya agak turun dan terasa dingin.
Yang aneh adalah kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang biasa dipunyainya sehari-hari. Kadang-kadang dia bertindak kasar lari-lari dan melempar orang sekitarnya, berteriak dan bicara tidak karuan, ngelantur dan mungkin dapat berbicara bahasa asing yang dia tidak tahu sebelumnya atau disebut juga xenolalia. Beberapa lama kemudian, tanpa perlu dipegang keras atau dihimpit proses kesurupan akan mulai berhenti dan diikuti dengan gejala amnesia atau lupa semua atau sebagian kejadian yang menimpanya.
Pada saat itu akan terjadi rasa kelelahan yang amat sangat dan sakit pada seluruh badannya. Sakit badan itu sebetulnya adalah akibat orang-orang yang menolongnya menekan dan menutup jalan napasnya sebagai upaya mengusir makhluk halus keluar dari tubuhnya. Ini adalah suatu tindakan yang tidak betul.
Ditinjau dari sistem saraf, kesurupan adalah fenomena serangan terhadap sistem limbic yang sebagian besar mengatur emosi, tindakan dan perilaku. Sistem limbic sangat luas dan mencakup berbagai bagian di berbagai lobus otak. Dengan terganggunya emosi dan beratnya tekanan akibat kesulitan hidup, timbullah rangsangan yang akan memengaruhi sistem limbic. Akhirnya, terjadilah kekacauan dari zat pengantar rangsang saraf atau neurotransmitter. Zat penghantar rangsang saraf yang keluar mungkin norepinephrin atau juga serotonin yang menyebabkan perubahan perilaku atau sebaliknya.
Berdasarkan kejadian – kejadian, untuk mengetahui apakah seseorang kesurupan atau mengalami reaksi histeris, periksa saja kelopak matanya yang selalu ditutup itu. Coba buka kelopak matanya. Pasien yang mengalami reaksi histeris biasanya akan menahannya dengan kuat. Reaksi histeria massal memang gampang terjadi pada siswi-siswi terutama yang bermasalah. Kemungkinan yang kesurupan itu paling hanya satu atau dua orang, kemudian menjalar kepada siswi yang lain.
Histeria ini umumnya menimbulkan reaksi ketakutan. Mereka yang mentalnya tidak kuat dan dia sedang bermasalah, dia akan berteriak-teriak, dan tubuhnya mengalami kejang atau kaku. Hal ini dapat kita lihat jelas pada tangannya.
Perempuan memang relatif gampang terkena kesurupan dan histeria, karena selain faktor emosi yang lebih juga kemungkinan juga karena ada perbedaan hormonal dari dengan laki-laki.
Petunjuk
Jika terjadi kesurupan, jangan cepat panik. Bawalah si korban ke tempat terpisah. Lebih bagus jika dibawa ke ruangan ber-AC. Jangan menekan macam-macam apalagi menyumbat alat pernapasan. Usahakan jalan pernapasannya tetap lancar.
Jika terjadi pada siswi, menurut pengalaman saya, gampang saja mengatasinya. Bawa saja siswi ke ruangan tersendiri ber-AC. Lepaskan bajunya oleh ibu guru. Tidak akan lama kemudian, dia jadi sadar dan segera tahu di mana dia berada. Memijat-mijat boleh saja, asal kakinya saja dan efeknya juga tidak ada. Biasanya kejadian possession trans itu berlangsung kurang dari 30 menit. Jika lebih lama, dapat saja diberi transquilizer atau obat penenang oleh dokter puskesmas terdekat.
Faktor lain yang memengaruhi terjadinya kesurupan, meski baru hanya kemungkinan, yaitu seringnya melihat tayangan televisi yang menyuguhkan acara tentang roh halus, setan dan sebagainya. Pada satu saat jiwa seseorang dalam keadaan labil akan gampang bereaksi.
Yang penting diperhatikan, jangan biarkan anak-anak melamun atau menyendiri tanpa ada yang dikerjakan. berolah raga sebelum masuk kelas dan sebelum mulai buruh bekerja. Tentu saja jangan lupa membaca Alkitab dan berdoa untuk menguatkan mental dan mengusir setan, ingat setan itu memang ada.***
Dari berbagai sumber.

Leave a Reply