Menjual mimpi-mimpi
Sebenarnya ini bukanlah suatu masalah baru, kebetulan kemarin sore nonton acara disalah satu televisi swasta, kebetulan acaranya adalah sinetron, karena baru pulang dari kerjaan, pengen cari acara yang enak di tonton, pindah ke acara lain eh malah sinetron juga, ke acara lain sama sinetron juga, trus ada juga acara bisa yang disebut kontes2 begitu…..duuh jadi pusing mau nonton yang mana, syukurlah masih ada salah satu stasiun tv yang menayangkan berita. Karena gak ada pilihan lain terpaksa nonton itu aja. Sebenarnya di rumah saya sendiri berlangganan tv berbayar, tapi karena lagi pengen aja nonton acara lokal cari deh di tv lokal. Dari sekian banyak tv di negara Indonesia ini sebagian besar acara adalah acara yang disebut dengan sinetron, kemudian infotaiment, kemudian kontes2 mencari bintang, dan lain-lainnya. Kalau dilihat dari semua acara yang banyak ditayangkan di televisi itu kebanyakan semuanya adalah menjual mimpi2 yang tidak membangun bangsa sebagai bangsa yang cerdas, semua tayangan tersebut hanya menjual mimpi dan sukses instan yang tak akan lama berlansung. Sebagai contoh pernah salah satu televisi swasta menanyangkan acara kontes menjadi penyanyi melalui pooling sms atau pilihan penonton. setelah acara tersebut selsai apa yang terjadi dengan sang peserta. Beberapa bulan kemudia sang peserta akhirnya hanya jadi seorang pengantar makanan pesan dengan hidup yang sangat minim. Akibat ingin menjadi terkenal secara instan dia nekat meminjam uang yang banyak kepada orang untuk melakukan bom sms supaya keluar sebagai juara, padahal setelah selesai acara tersebut pun belum ada jaminan dari stasiun tv tersebut untuk mengontraknya menjadi seorang bintang. Tragisnyanya lagi dia tidak keluar sebagai pemenang dan harus menanggung hutang yang banyak dan tidak mendapat kontrak kerja, bahkan yang parah dia malu pulang ke kampung halaman, karena terlanjur sudah merasa dirinya artis, padahal nasibnya tidak seberuntung kesuksesan acaranya. Ini adalah salah satu contoh acara yang hanya mengajarkan orang untuk menjadi sukses instan. Padahal di dunia ini tidak ada orang yang berhasil secara instan, semua harus diawali dengan kerja keras untuk mencapai tujuan hidup. Bahkan ada acara sejenis yang mampu ditayang oleh salah satu stasiun TV swasta acara tersebut dari jam 6 sore sampai jam 12 malam. Memang tujuan stasiun tv tersebut untuk mendapatkan untukng karena acaranya mendapat rating tinggi, tapi apakah memikirkan masa depan bangsa yang berjam-jam hanya di suguhi dengan tayangan menjual mimpi. Salah satu acara yang lagi yang paing banyak merusak moral bangsa terutama anak muda adalah acara yang disebut dengan sinetron. Pada awal sinetron merupakan salah satu yang bagus dan menarik, namun beberapa tahun terakhir ini sinetron sekarang sudah merubah tren dan pola pikir bangsa, dan sekali lagi yang terkena dampaknya adalah anak muda. Sinetron sekarang banyak menampilkan adegan-adegan yang sebenarnya untuk mau dikatakan sebagai realita hidup bangsa Indonesia sudah terlalu jauh. Sinteron selalu menjual cerita cinta yang terlalu jauh dari kehidupan bangsa, bahkan sebaliknya justru mengajarkan hal yang tidak baik terhadap anak muda, karena kebanyakan cerita sinetron adalah bisa dikatakan contekan dari cerita-cerita luar yang secara kebudayaan jelas sudah berbeda dari bangsa Indonesia. Sinetron juga terlau sering menjula cerita-cerita dengan kemewahan yang belebih, pernah salah satu sinetron saya tonton, tema mengenai orang susah atau anak orang miskin, dan sangat miskin, namun lucunya dalam cerita itu sang anak mampu menelpon melalui ponsel dan yang notabene ponsel tersebut salah satu ponsel yang harga dipasaran pada saat itu cukup mahal…masuk akal kah itu?…..Juga dalam cerita lain bisa seorang yang miskin bisa bertemu orang kaya kemudia sanag orang kaya bisa mencintai orang tersebut dan akhirnya jadi kaya sang orang miskin…semua itu hanya dalam mimpi. salah satu lagi yaitu terlalu banyak cerita sinetron dimana anak2 melawan sang orang tua, ini sangan merusak moral bangsa ini terutama generasi muda yang tiap hari menontonnya, ini bisa membentuk sifat orang muda menjadi suka memberontak. Yang juga kurang baik adalah penggunaan bahasa yang sudah sangat berantakan karena tren2 yang muncul dari sinetron, ya kalo hal ini kita semua sudah tahu bagaimana bintang sinetron bisa membuat tren tersendiri supaya tetap diingat.
Kalau kita ingat ke masa tahun 80an dimana sinteron itu sangat bagus dan realitis dalam kehidupan seperti Rumah masa depan, alangkah bagusnya hal seperti ini ditayang kan ulang supaya bukan hanya mengejar keuntungan dan menjual mimpi tetapi juga mengajarkan bangsa ini kehidupan yang sebenarnya.

Sering kali kita mengejar MIMPI
Seolah – olah impian itu adalah TARGET
Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR
Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI
Hidup adalah untuk IBADAH
Ibadah itu bukanlah BERMIMPI
Karena ibadah adalah hidup HARI INI
Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI
Masa depan adalah MISTERI
Masa lalu adalah HISTORI
Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN
MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
http://fusion-kandagalante.blogspot.com