CEWEK INFLASI

•February 1, 2008 • Leave a Comment

* Tipe A: Cewek cantik. Cute, hot dan seksi. Selera universal semua cowok-cowok.
* Tipe B: Cewek lumayan. Tipe “oke lah”. Tidak cantik-cantik amat namun jauh dari kesan jelek.
* Tipe C: Cewek normal. Biasa-biasa aja. Tidak cantik. Tidak jelek. Standar.
* Tipe D: Cewek jelek. Tidak perlu dideskripsikan, kamu tahu sendiri maksudnya.

Setiap cowok dalam hidupnya pasti pernah bermimpi dapat memiliki cewek tipe A dan menjalin hubungan yang indah dengannya. Namun mimpi disebut mimpi karena memang ia tidak pernah menjadi kenyataan. Kebanyakan cowok harus merasa puas dengan label “teman biasa” atau malah hanya mampu memandang cewe tipe A tersebut dari kejauhan sambil berbisik lirih, “Andai kau tahu isi hatiku..” dengan diiringi background musik ‘Manusia Bodoh’ dari Ada Band.

Si cowok tidak berhasil mendapatkan si A namun karena kesepian di hati yang tidak tertahankan lagi, maka ia lalu membuang mimpinya dan mencoba berburu di area yang sepertinya lebih mudah; cewek tipe B. “Ya, ini area yang jelas lebih mudah. Gue intelek and asik gaulnya, tampang gue juga lumayan kok. Gak mungkin dia gak mao sama gue, apalagi dia cuma cewek tipe B”, begitu pikir si cowok.

Namun setelah sekian minggu melancarkan serangan sms, telpon, traktir makan dan nonton, setelah mengucapkan kalimat ‘penembakan’ yang sudah dilatih puluhan kali, cintanya ditolak. Seorang cewek tipe B menolak cinta seorang cowok yang seharusnya layak mendapatkan cewek tipe A. Dunia memang kejam!

Ini bukan cerita salah satu sinetron, ini adalah kejadian nyata yang sering terjadi di mana-mana. Apakah kamu atau temanmu pernah mengalami kejadian seperti ini? Cewek yang sebenarnya bukan tipe kamu, cewek yang sebenarnya ada di bawah level kamu, namun dengan segala daya upaya dan ketulusan yang ada tetap saja kamu menjadi korban ketidak adilan budaya romantisme semu dunia ini. What the f*ck is going on here?

Kalau kamu pernah mengalaminya, kemungkinan besar kamu bertemu dengan cewek inflasi. Cewek inflasi adalah cewek yang berada pada tipe B, C dan (sedikit sekali) D di mana social value mereka mengalami kenaikan hingga menyamai cewek tipe A.

Kenapa bisa begitu?

Setiap orang memiliki social value atau harga sosial masing-masing. Social value ini adalah bagaimana kita dipandang oleh orang lain yang tentu saja ditentukan oleh berbagai faktor seperti: status sosial, penampilan, intelektual, kepercayaan diri, bagaimana kita memandang diri kita sendiri, dll. Cewek tipe A, memiliki social value senilai 100 tanpa mereka harus melakukan apapun, hanya karena mereka cantik dan seksi dan semua orang menginginkan mereka. Harga mereka sangat tinggi. Sedangkan cewek tipe B mempunyai nilai 70. Cewek tipe C bernilai 50 dan cewek D bernilai 20.

Sedangkan kamu adalah seorang cowok yang tidak begitu ganteng ataupun tinggi, namun memiliki perawakan yang pas dan proporsional serta wajah yang enak dilihat, ditambah lagi kamu adalah seorang yang berwawasan luas, bertalenta dan mempunyai banyak teman, bolehlah kita beri nilai buat kamu 80.

Perhatikan perbandingannya. Kamu tidak akan bisa mendapatkan cewek tipe A kecuali kamu berusaha keras meningkatkan social value kamu. Kamu menyadari hal itu dan si cewek tipe A pun menyadari hal itu. Jadi kalian tidak pernah membicarakan kemungkinan tentang sebuah hubungan sama sekali. Meskipun mungkin saja sebenarnya dia juga tertarik kepadamu.

Daripada bekerja keras untuk sesuatu yang tidak pasti, lebih baik kamu mengejar cewek tipe B yang mempunyai social value di bawah kamu dan sudah pasti lebih mudah untuk dijangkau. Namun kamu melupakan satu hal: ada begitu banyak cowok-cowok haus belaian wanita dan kesepian yang MENGALAMI DAN MELAKUKAN HAL YANG SAMA dengan kamu.

Daripada mengejar cewek tipe A yang bernilai 100, mereka semua beramai-ramai mengejar cewek tipe B yang bernilai 70. Dan kita semua tahu prinsip demand and supply, semakin tinggi permintaan maka semakin tingi pula harganya. Dan itulah yang terjadi, cewek tipe B yang tadinya hanya bernilai 70 saja namun berkat 10 cowok-cowok bernilai 70-80 mengejar dan mengerubuti, menginginkan dan memperlakukannya seolah-olah dia adalah cewek tipe A, otomatis social valuenya akan naik. Si cewek tipe B ini punya social value bernilai 100 sekarang.

Si cewek tipe B ini menyadarinya dan dia sangat menyukainya. Dia sangat menginginkan untuk menjadi cewek tipe A sejak lama, hanya saja karena dia tidak cukup cantik dan seksi, maka dia harus cukup puas dengan menjadi cewek tipe B. Namun dia sudah menjadi cewek tipe A sekarang. Dia mulai bertingkah dan berlagak seperti cewek tipe A. Mulai jual mahal. Mulai sok cakep. Mulai banyak menuntut. Dan karena dia bernilai 100, dia tidak akan mau dengan cowok bernilai 70 dan 80. Jadi dia menolak semua cowok-cowok itu, termasuk kamu. Selamat, kamu dan cowok-cowok kelaparan lainnya yang mengerubuti dia telah menggali kuburan kalian sendiri.

Masuk akal? Apakah ini cukup menjelaskan pengalaman yang pernah kamu alami?

Oke mungkin kamu sekarang jadi berpikir, “Oke, penjelasannya cukup masuk akal. Tapi lalu bagaimana? Apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi lagi kejadian seperti itu?”

Berikut ini ada beberapa saran yang bisa kamu lakukan:

Mulai sekarang kenali ciri-ciri cewek inflasi. Bila kamu bertemu dengan mereka JANGAN PERNAH PEDULIKAN MEREKA LAGI. Mereka TIDAK LAYAK untuk kamu kejar. Cewek inflasi adalah yang terburuk dari semuanya karena mereka, sadar atau tidak sadar, hanya memanfaatkan keadaan dan memakai perasaan tulus cowok-cowok kesepian yang mengejar mereka semata-mata sebagai pijakan dan sebagai alat bagi mereka untuk merasakan rasanya menjadi cewek tipe A.

JANGAN PERNAH LAGI menjadi bagian dari cowok-cowok yang mengejar dan menjadikan harga mereka semakin tinggi. Ada alasannya kenapa mereka menjadi cewek tipe B, dan apapun itu, BIARKANLAH MEREKA TETAP MENJADI CEWEK TIPE B. Dunia cowok sudah cukup sengsara dengan ketidak mampuan mendapatkan cewek tipe A yang diinginkan, janganlah kesengsaraan itu diperparah dengan memperbanyak cewek tipe B yang naik menjadi tipe A gara-gara kesalahan cowok sendiri.

Daripada mengejar cewek tipe B dan melakukan kesalahan yang membuat social value mereka menjadi lebih tinggi di atas kamu, lebih baik

kamu BERJUANG LEBIH KERAS MENINGKATKAN SOCIAL VALUE kamu untuk mendapatkan cewek tipe A. Kalaupun kamu ditolak, itu akan jauh lebih baik dibanding kamu ditolak oleh cewek tipe B yang berlagak seperti cewek tipe A. Untuk apa kamu keluarkan uang untuk sesuatu yang tidak begitu bagus, padahal dengan jumlah yang sama kamu bisa dapatkan yang memang benar-benar bagus?

Freeport dan kiprahnya di bumi Papua…

•January 29, 2008 • Leave a Comment

Tahun 1936, secara tak sengaja, para peneliti  dari Belanda yang hendak

melihat kondisi es di puncak pegunungan di Papua,  menemukan kekayaan

tembaga dalam jumlah melimpah… Oleh sang peneliti, lokasi  tersebut

dipetakan, namun karena pemerintah Belanda tidak tertarik mengelolanya,

akhirnya catatan tentang keajaiban bumi Papua itu “tidur” di perpustakaan

Belanda saja.

 

Freeport, yang berdiri pada tahun 1912, pada awalnya  hanyalah perusahaan

“sederhana” penambang belerang saja, yang kemudian  mengembangkan sayapnya

dengan membuka pertambangan Nikel di Kuba pada tahun  1940. Namun kemudian

tambang Nikel ini diambil paksa oleh Fidel Castro. Setelah  hasil dari

berbagai tambang mereka mengalami penurunan, (entah bagaimana)  berbekal

catatan peneiliti Belanda, tahun 60-an mereka menelusuri bumi Papua…

 

Alangkah menakjubkannya, karena di situ ditemukan kandungan tembaga 13

juta ton di atas permukaan tanah (tinggal ngeruk doang, gak perlu

capek-capek  menggali) dan 14 juta ton di perut bumi!!! Luar biasa, dan ini

menjadikan  Tembagapura menjadi TAMBANG EMAS KETIGA TERBESAR DI DUNIA.

Tahun 67, mereka  menandatangani kontrak karya dengan Pemerintah Indonesia,

dan diberi hak kelola  selama 30 tahun, walau saat itu Papua belum resmi

jadi milik Indonesia (inipun  konon diperdebatkan juga keabsahannya,

menyangkut status Papua saat itu).

 

Tahun 1972, Freeport melakukan ekspor perdana konsentrat tembaga. Karena

saat itu USA sedang berperang habis-habisan dengan Vietnam, harga tembaga

melangit, dan penambangan tembaga digenjot besar-besaran. Alhasil Freeport

menangguk keuntungan yang sangat besar, dan menjadi perusahaan raksasa nan

kaya  raya… Dengan kekayaannya itulah Freeport mengakuisisi Mc Moran Oil

and Gas,  dan mengubah namanya sendiri menjadi Freeport Mc Moran…

 

Gunung Rumput di Tembaga Pura, yang boleh disebut pula sebagai Gunung

Emas, mulai dikelola oleh Freeport pada tahun 1988…Kandungan emas di

gunung  ini sebenarnya juga telah ditemukan tahun 1936 oleh peneliti

Belanda tersebut,  namun konon Freeport lebih tertarik mengelola tembaga.

Setelah tambang  tembaga-nya adalah yang terbesar ketiga di dunia, tahukah

anda bahwa tambang  emas di Freeport itu ternyata kini merupakan TAMBANG

EMAS TERBESAR DI DUNIA!!!

 

Tahukah anda berapakah keuntungan yang di dulang Freeport dalam 3 tahun

terakhir ini? LABA BERSIH dari Freeport, dan bukan sales ataupun laba

kotor:

- Tahun 2002 NETT PROFIT-nya adalah US$ 127 million, alias 1,27  trilyun

rupiah.

- Tahun 2003 NETT PROFIT-nya menjadi US$ 162 million  alias 1,62 trilyun

rupiah.

- Tahun 2004 NETT PROFIT-nya melompat ke US$ 934  million, alias 9,34

trilyun rupiah.

Bagaimana dengan tahun ini dan  seterusnya??? Gak bisa dipungkiri lagi,

keuntungannya akan menggila…Pada  Januari 2001, harga Tembaga hanyalah

US$ 2.13/kg saja.

 

Pada Januari 2005, harga Tembaga sudah menjadi US$ 3.70/kg dan kini

meroket (pada Januari 2006) menjadi US$ 5.43/kg alias 250% dibanding 5

tahun  sebelumnya!!!

Harga emas pada awal 2001 masih sekitar US$ 9000/kg, meningkat  menjadi

US$15900/kg di awal tahun 2005, dan kini melangit sampai ke US$

18900/kg!!!  Jangan ditanya berapa besarnya keuntungan yang dikeruk oleh

tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia

saat  ini…(mengenai harga metal, cek aja di www.kitco.com  dan

www.lme.com ).

 

Tahukah anda, berapa besar saham kita Pertambangan Paling Ajaib di dunia

tersebut??? 81.2% sahamnya adalah milik Freeport Mc Moran… Pemerintah

kita  melalui PT Freeport indonesia hanya memiliki 9.4% saham saja!!!

 

Sisa saham sebesar 9.4%, dimiliki oleh Indocopper Investama, yang  ternyata

100% saham perusahaan ini dimiliki oleh Freeport Mcmoran juga!!!  Janjinya

tahun 2005, saham Indocopper akan dilepas semua oleh Freeport, tapi  kini

tahun 2006 sudah memasuki bulan ketiga, tetap saja dipegang oleh Freeport

(ada apa nih?)…

 

Walau kontrak Freeport rencananya habis tahun 1997, pada  tahun 1991,

kontrak tersebut diperbaharui dan Freeport mendapat lisensi baru  untuk

mengelola selama 30 tahun, plus opsi 2 x 10 tahun…Dengan demikian

Freeport berhak bertengger di bumi Tembagapura secara resmi sampai dengan

tahun  2041! Mungkin mereka akan terus bercokol di sana, sampai mereka

menyadari bahwa  bumi Tembagapura sudah habis dikeruk dan gak ada lagi yang

bisa  diberdayakan…Di saat itulah mungkin mereka akan mengembalikan ke

kita, yang  cuma bisa meratapi kebodohannya saat itu…

 

Jadi…. ????

 

 

“Menang bukanlah segalanya – namun upaya  untuk menang adalah segalanya”

Vince Lombardi

6 Trik Toko

•January 27, 2008 • Leave a Comment

 

Dulu orang boleh saja melakukan transaksi dengan berbarter ria. Beras bisa saja ditukar buah dan sebaliknya bila kedua belah pihak sepakat dan merasa sama-sama butuh. Tapi kini, sudah tentu transaksi dilakukan dengan uang dong.. Tentunya, untuk mendapatkan barang yang Anda inginkan, Anda hanya tinggal pergi ke pusat perbelanjaan

 

Tapi tahukah Anda, dibalik persaingan keras pusat perbelanjaan dan toko-toko, ternyata pihak manajemen toko sedemikian cerdiknya ’mengakali’ Anda sehingga semakin tertarik untuk berbelanja! Bisa jadi hal-hal ini juga yang membuat Anda yang mengaku sebagai seorang shopaholic semakin eksis di dunia perbelanjaan karena memang jadi semakin antusias berbelanja. Nah lho..

 

Tapi jangan panik dulu, tujuan mereka mengakali Anda tidak buruk kok, namanya juga orang dagang kan? Kalau Anda sedikit lebih jeli, pasti bisa membaca ’akal tersirat’ mereka. Lumayan untuk menghindari gaya konsumtif berbelanja. Mau tahu? Simak deh..

 2.jpg

 

1. ’Blocking’ Tempat

Istilah ini sebenarnya akan lebih klop jika dikatakan pengaturan tata letak. Produk-produk yang diletakkan sejajar dengan pandangan mata normal akan lebih cepat laku terjual. Selain itu, tentunya Anda bisa dong membaca tujuan penjual yang meletakkan satu produk berdampingan dengan produk pelengkapnya? Misalnya produk roti disamping mentega atau selai. Apalagi kalau bukan agar Anda membeli dua-duanya!

 

2. Tipu-tipu Angka

Sering melihat harga tanggung dengan kisaran Rp.9999 atau Rp.49.990? Angka 9 yang hebat ini memang bisa memberi efek ’lebih murah’ . Padahal bila diteliti, toh tidak ada bedanya kan antara Rp.9999 dengan menyerahkan selembar sepuluh ribuan?

 

3. Sampel Produk

Anda lebih suka menyentuh barang atau bahan pembuat barang tersebut sebelum membeli? Atau Anda tidak jadi membeli barang bila produk tidak bisa dilihat/dipegang atau dicoba? Nah sekarang Anda tahu kan, mengapa toko sering memasang contoh produk dengan digantung? Sudah pasti agar Anda bisa menyentuhnya langsung dan membelinya!

 

4. Musik

Musik memang menjadi ’tertuduh’ utama bila sudah menyangkut urusan mempengaruhi mood orang. Sebuah penelitian membuktikan bahwa konsumen semakin tertarik untuk memberi barang lagi ketika mereka mendengarkan jenis musik balada berirama lembut.

 

5. Wangi!

Hidung juga merupakan salah satu indra yang paling diperhitungkan dalam dunia perbelanjaan selain mata. Banyak toko yang sengaja membuat suasana dalam tokonya wangi dengan aroma vanilla atau bunga lavender. Ini akan ’mengunci’ Anda untuk tetap stay di situ.

 

6. Bermain Warna

Kami akan bocorkan rahasia warna dalam trik mengemas produk pada Anda. Tahukah bahwa warna merah adalah warna yang diakui kuat daya jualnya? Selain merah, penelitian yang pernah dilakukan antara lain menunjukkan bahwa kosmetik yang dikemas dalam warna merah muda juga lebih banyak terjual.

Wajah Sepakbola Indonesia

•January 23, 2008 • Leave a Comment

Sedih pasrah menangis hancur, kayaknya itu lah kata-kata yang cocok buat wajah sepakbola Indonesia kita ini. Sepakbola merupakan olahraga yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia secara luas, bahkan salah satu olehraga yang oleh komite olahraga Indonesia disubsidi paling banyak dibanding olahraga lainnya, bahkan untuk pemusatan latihan bagi timnas dilakukan sampai keluar negeri dan menghabiskan dana yang banyak. Tapi coba kembali kepada prestasi yang dihasilkan, semuanya nol besar. Mulai dari intrik dalam kepengurusan, dimana seorang kriminal bisa tetap duduk dalam kepemimpianan lembaga biar pun sudah ditahan, sampai anarkisme dalam lapangan pertandingan.

Dahulu orang Jepang belajar ke Indonesia untuk melihat bagaimana kompetisi di Indonesia, mereka belajar dan sekarang coba bandingkan Ligina dengan J-League. Perbedaan nyata yang begitu besar, justru kita sekarang harus belajar dari mereka bagaimana membuat suatu kompetisi bola yang sukses dan pertandingan berakhir dengan baik, bukan berakhir dengan membakar gawang.

Indonesia merupakan negara yang berpenduduk 200 juta lebih, pastilah ada kaya akan pemain-pemain bola yang mempunyai kemampuan yang baik, tapi kenapa sepakbola Indonesia tidak pernah maju dalam kancah persepakbolaan dunia umumnya dan asia pada skala yang lebih kecil. Pembinaan yang kurang baik, karena masih banyak korupsi-korupsi oleh oknum-oknum tertentu yang membuat dana pembinaan terpotong banyak sehingga pembinaan tidak menjadi maksimal. Pada akhirnya alasan dana yang kurang untuk pembinaan pemain-pemain muda berbakat. Ya pada akhirnya pada tingkat klub dana yang digunakan adalah APBD daerah, yang jelas-jelas APBD bisa digunakan untuk membangun daerah dan mensejahterakan rakyat, dari pada hanya dinkmati oleh sebuah klub bola yang tidak menghasilkan prestasi, ya kalau klub itu menghasilkan prestasi bersyukur dana yang dikeluarkan bisa menghasilkan kebanggaan. Akibta penggunaan dana APBD tersebut selama ini klub bola selalu dimanja, dan bermalasan untuk membuat prestasi yang luar biasa untuk menarik sponsor, karena klub berpikir toh sudah ada dana APBD. Sebagai klub yang profesional coba kita contoh klub-klub bola profesional diluar negeri, yang berlomba-lomba membuat prestasi terbaik untuk membuat para sponsor melirik mereka sebagai sarana untuk promosi dan investasi mereka. Pada akhirnya klub-klub yang disubsidi oleh APBD menjerit dan merengek-rengek supaya jangan dicabut subsidi dari APBD. Ingat itu duit rakyat bung!!!

Keadaan ini pun makin diperburuk dengan tingkah laku pendukung yang luar binasa anarkisnya. Tidak beda dengan wajah demokrasi yang kebablasan yang dimana-mana demo dengan anarki. Begitu juga pendukung bola kita yang bener-bener diluar akal sehat untuk disebut sebagai manusia yang beradab. Tidak puas dengan kekalahan klub atau keputusan wasit maka langsung menuju kelapangan untuk mengacaukan pertandingan. Dalam sejarah sepakbola dunia baru pertama kali ini terjadi pembakaran gawang yang dilakukan oleh pendukung bola yang tak beradab. Tidak harus saya sebut pendukung-pendukung yang sering tidak beradab itu, kita sudah tahu semua.  Hal yang lebih penting lagi perlu diperhatikan adalah kualitas pemain asing, jangan beli pemain yang justru bukan menampilkan skill bermain bola tapi skill memukul pemain dan wasit. Komisi sepakbola harus tegas dalam mengambil keputusan terhadap pemain asing yang sering membuat onar dengan mengusir dari kancah persepakbolaan Indonesia. Dalam pemain-pemain lokal harus dibina juga perilaku sehingga tidak bersifat anarki dalam pertandingan. Wsait pun harus dibina sehingga tegas dan tidak takut terhadap intimidasi dari pemain atau pendukung. Wasit harus tegas terhadap klub yang melakukan walk out dari pertandingan, jangan takut membuat keputusan, bukan menunggu dan membujuk pemain-pemain untuk bertanding lagi. Buatlah keputusan yang tegas nyatakan kalah bial keluar dari pertandingan.

Sepakbola Indonesia bila ingin berprestasi lebih hebat diluar maka perbaiki dahulu kompetisi dalam negeri. Bukan membiarkan anarkisme menguasai lapangan, pada saat ini mungkin hanya ada korba luka-luka, kita tidak apa yang terjadi kemudian hari, mungkin pembantaian dalam lapangan bola. Jayalah Persepakbolaan Indonesia.